Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menilai bahwa rencana kenaikan harga BBM sebesar 30% pada awal Juni 2008 mendatang adalah sebuah kebijakan dzalim. Pasalnya hal ini akan menambah kesengsaraan rakyat. HTI juga menilai bahwa pemerintah telah ingkar janji. Sebab presiden SBY pernah menyatakan untuk tidak terlalu cepat menaikkan harga BBM. Demikian diungkapkan Jurubicara HTI, M. Ismail Yusanto di sela-sela aksi HTI menolak kenaikan BBM, di depan Istana Negara, Selasa, 13/5. “Kenaikan itu terbukti telah memicu naiknya harga barang dan jasa, yang artinya menambah kesengsaraan rakyat yang selama krisis memang sudah semakin menderita” papar Ismail.

Oleh karenanya dengan tegas HTI menolak rencana kenaikan ini. “HTI menolak  rencana kenaikan harga BBM karena itu akan menambah kesengsaraan rakyat, dan bukan cara yang tepat untuk mengatasi krisis keuangan negara” ungkap Ismail dalam pernyataan yang dibacakannya. Menyinggung rencana pemerintah memberikan kompensasi kepada rakyat miskin yang berjumlah 19,1 juta kepala keluarga, Ismail menyatakan bahwa dana kompensasi berupa BLT plus yang akan diberikan tidaklah bakal mencukupi untuk mengganti penderitaan rakyat banyak akibat kenaikan BBM itu. Read the rest of this entry »