Pengantar

Harga minyak mentah dunia pernah menembus angka kritis, yakni US$100. Anehnya, harga minyak mentah dunia seolah-olah tanpa kendali sedikitpun. Padahal secara ilmu ekonomi, antara supply dan demand tidaklah mengalami perubahan yang signifikan. Lantas mengapa harga minyak mentah dunia begitu fluktuatif dan cenderung naik terus? Adakah rekayasa? Siapakah pemain sebenarnya? Benarkah AS merekayasa penentuan harga minyak dunia? Lalu apa motif di balik itu semua? Untuk menjawab pertanyaan di atas, Gus Uwik dari Redaksi al-Wa’ie secara khusus mewawancarai Bapak Ichsanuddin Noorsy dari Tim Indonesia Bangkit. Berikut petikan wawancaranya. Read the rest of this entry »

JAKARTA - Pemerintah memastikan akan menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara terbatas.

Hal itu adalah salah satu dari tiga langkah kebijakan yang akan dilakukan pemerintah menghadapi kenaikan harga minyak mentah dunia. Tujuannya, adalah untuk mengamankan APBN 2008-2009.

Menurut Menko Perekonomain Boediono, BBM bersubsidi secara terbatas ini dimungkinkan mengingat masih banyak masyarakat yang masih mampu. Namun, Boediono tidak menjelaskan maksud dari kenaikan BBM bersubsidi terbatas. Read the rest of this entry »

Krisis di ladang minyak. Mungkin itulah ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi Indonesia. Sebagai salah satu negara OPEC alias organisasi negara-negara pengekspor minyak dunia, lonjakan harga minyak mentah dunia hingga di level 100 dolar AS/barel seharusnya menggembirakan Indonesia. Namun, yang terjadi justru sebaliknya; negara kita malah dirundung kesulitan bahan bakar tersebut.

Kondisi ini sangat berbeda dengan negara-negara di Timur Tengah yang juga anggota OPEC. Ketika harga minyak mencapai 100 dolar AS/barel, mereka justru kerepotan membelanjakan uangnya, meski sudah diinvestasikan untuk berbagai megaproyek di bidang infrastruktur dan ekonomi. Read the rest of this entry »