You are currently browsing the daily archive for May 22nd, 2008.
Headline BPost, 13 Mei 2008 yang berjudul Subsidi Bagi Orang Kaya Rp.300T mengangkat tema yang sering dijadikan propaganda pendukung pencabutan subsidi BBM disamping subsidi yang dibakar rakyat. Makna yang dibangun dengan ini adalah betapa sia-sianya nilai tersebut untuk dibagikan kepada kalangan mampu ditengah merebaknya kemiskinan dan pengangguran. Lebih lanjut dalam berita tersebut, Khrisnamurti, Deputi Menko Perekonomian menjelaskan sekitar 70 persen BBM bersubsidi yang nilainya Rp.250-300 triliun hanya dinikmati oleh 40 persen orang kaya. Setelah itu, kelas menengah menikmati 10 persen dan warga miskin hanya menikmati 7 persennya. Secara absolut subsidi untuk orang miskin hanya Rp 75 triliun. Read the rest of this entry »
Di berbagai media, di tengah kesulitan hidup yang kian melilit rakyat, di tengah kemiskinan yang kian menjadi, di tengah keputus-asaan rakyat banyak yang kian membuncah, di tengah himpitan kemelaratan, di tengah pesta korupsi dan mark-up anggaran negara (baca: uang rakyat) yang dilakukan para pejabat negara, memasuki bulan Mei 2008 bangsa ini dicekoki dengan ‘Momentum 1 Abad Kebangkitan Nasional’. Hal ini tentunya dikaitkan dengan berdirinya organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Read the rest of this entry »
Sebulan Harga Minyak Mentah Naik 19%
Jurnal-ekonomi.org : Harga minyak mentah yang diperdagangkan di New York mencapai rekor baru US$ 135 per barel. Lonjakan ini terjadi setelah AS mengeluarknya cadangan minyaknya dan aksi ambil untung para spekulan.
| PRICE | CHANGE | %CHANGE | TIME | |
| 134.200 | 1.500 | 1.13 | 02:59 | |
| 1290.250 | 34.750 | 2.77 | 03:00 | |
| 342.750 | 3.100 | 0.91 | 02:33 | |
| 395.400 | 4.560 | 1.17 | 02:33 | |
| 11.701 | 0.061 | 0.52 | 02:26 | |
| 134.380 | 1.210 | 0.91 | 02:39 |
Pemerintah secara resmi melalui Menteri Koordinator Perekonomian Boediono (5/5/2008) menyatakan akan menaikan harga BBM. Alasan pemerintah adalah kenaikan harga minyak mentah dunia hingga di atas 120 dolar AS menyebabkan beban subsidi membengkak Rp 200 – Rp 300 trilyun. Kondisi ini menurut pemerintah sangat memberatkan dan melampaui batas kemampuan keuangan negara.
Melampaui Batas Kemampuan Ekonomi Masyarakat


Nyang Komen